Skip to main content
Berbagi Tutorial Online

follow us

Memilih Printer Yang Cocok Untuk Usaha Rental Pengetikan

Selamat siang sobat TEKSO, terima kasih masih setia berkunjung ke Blog yang sederhana ini. Melanjutkan postingan sebelumnya Cara Membuat Modifikasi Pembuangan Tinta Printer Canon MP287 dalam kesempatan ini Admin ingin berbagi pengalaman memilih printer yang cocok untuk usaha rental pengetikan.

Sobat TEKSO yang kebetulan berwira usaha di bidang Rental Pengetikan ataupun pengguna rumahan yang aktif ketik mengetik dan print pastinya butuh yang namanya printer yang handal alias tidak gampang rusak. Seperti kita ketahui pada saat ini harga alat-alat elektronik termasuk di dalamnya printer terus mengalami kenaikan harga, maka dari itu kita harus pintar-pintar memilih printer, jika tidak pasti kita akan merugi belum lagi dibuat kesal bentar-bentar printer rusak, Eror software ataupun ketrid yang mudah aus. Lalu printer merk dan tipe apa ya yang handal dan terjangkau harganya?

Berdasarkan pengalaman pribadi admin yang kebetulan juga berwira usaha di bidang printing, kurang lebih sudah 12 tahun lamanya. Printer yang paling cocok dan handal untuk usaha Rental Pengetikan adalah merk Epson. Kenapa Epson apa alasannya? Nanti sobat TEKSO akan temukan jawabannya pada uraian pembahasan di bawah ini.
Pada awal-awal Admin terjun ke Dunia Wirausaha Rental Pengetikan printer yang menjadi andalan adalah merk HP sekitar tahun 2006 – 2007. Printer Merk HP Derkjet tipe D2460 benar-benar handal, selain kapasitas Ketrid yang besar sehingga dapat penampung tinta yang banyak, kecepatan printnya juga lumayan. Belum lagi ketrid Printer HP Deskjet D2460 tidak harus diisi ulang dengan tinta original ataupun tinta ink lainnya yang berlabel compitable HP. Sembarang tinta bisa dipakai dan tidak menimbulkan kerusakan berbeda dengan printer-printer jaman sekarang, asal isi tinta bisa fatal hasilnya. Sampai-sampai admin dulu pernah uji coba dengan menggunakan tinta hasil buangan printer Epson R230 untuk refill hasilnya diluar dugaan. Hasil print outnya lumayan pekat hitam tidak kalah dengan tinta yang baru dan bikin salut tidak merusak mata head catrid itu sendiri. Mantap bukan? Sayangnya sekarang kita tidak akan pernah menemukan printer seperti ini.

Setelah printer HP Deskjet D2460 sudah tidak lagi diproduksi dan pada waktu itu belum ada yang namanya situs jual beli online. Jikalaupun ada belum begitu dikenal masyarakat seperti saat ini. Sehingga sangat sulit untuk mendapatkan part dan bertahan menggunakannya. Admin beralih ke printer Merk Epson pada waktu itu printer Epson untuk print pengetikan yang admin pinang adalah Epson T11 dan TX111. Namun pada waktu itu Printer Epson bukan termasuk printer yang handal. Selain harganya lumayan mahal, printer mudah eror dan rusak di bagian Head.
Kemudian Admin berpindah ke Printer Merk Canon sekitar tahun 2008 – 2010 dan printer yang menjadi andalan adalah Canon IP 1980. Printer buatan Canon ini lumayan handal untuk urusan cetak mencetak. Hampir setara dengan Printer HP Deskjet D2460 untuk ketridnya agak sedikit kecil dari ketrid Printer HP Deskjet D2460 namun sedikit mengalami penurunan jika disbanding dengan Printer HP Deskjet D2460 tingkat keawetannya sedikit berkurang namun tidak begitu parah kualitas ketrid lumayan bagus.
Lagi-lagi printer Seri Canon IP 1980 diberhentikan produksinya dan mengusung produk canon yang baru yaitu Canon IP 2770. Mau tidak mau akhirnya karena sulitnya mencari ketrid Canon IP 1980 yang semakin langka dan harganya juga naik drastis. Admin berpindah ke Printer Canon IP 2770. Printer ini pada awal diproduksi sekitar tahun 2010 harganya lumayan murah masih di dibawah Rp. 300.000,- waktu itu kalau tidak salah pertama kali Admin beli seharga Rp. 275.000,-. Untuk kualitas printer lumayan bagus, selain dari segi bentuk lebih modern untuk kecepatan dan hasil cetak juga lumayan bagus. Seperti biasanya yang namanya barang baru pasti ada kekurangannya meski dari segi tampilan dan filture lebih modern. Kekurangan dari Canon IP 2770 yaitu untuk ukuran ketrid sedikit lebih kecil dari pendahulunya dan sudah pasti hasil cetak menjadi menurun. Yang lebih parahnya lagi setelah generasi pertama Canon IP 2770 selain harganya yang terus melonjak naik, Admin rasakan kualitas dari keawetan kertid juga menurun drastis sampai dengan saat ini. Untuk ketrid baru original paling lama bertahan 1 bulan pemakaian, bahkan pernah terjadi 1 minggu pemakaian ketrid sudah jebol. Berbeda dengan produk lama meski serinya masih sama untuk kualitas keawetan ketrid jauh berbeda, biasanya ketrid baru mampu bertahan di atas 2 bulan.

Karena tidak tahan sebentar-bentar printer jebol ketrid dan harga pembelian sepasang kertrid hitam dan warna hampir sama dengan membeli printer baru (hanya selisih Rp. 100.000) akhirnya admin memutuskan untuk mencoba ganti Printer dengan merk selain Canon. Sempat membeli Printer HP Deskjet 1.000 namun sangat mengecewakan, ukuran ketrid sangat kecil dan tidak bisa direfil ulang meski menggunakan tinta yang berlabel merk HP. Solusinya hanya membeli ketrid baru, meski murah harga ketridnya hanya Rp. 75.000,- tapi kalau hanya bisa dipakai cetak kurang dari setengah Rim kertas siapa yang tahan? Sungguh menyedihkan….!!!

Ujung-ujungnya Admin kembali ke Printer Canon IP 2770 karena pada saat itu belum menemukan printer yang pas dengan harga yang terjangkau. Untuk mengantisipasi kerugian seringnya membeli ketrid, setiap ketrid jebol admin sebelumnya sudah membeli printer baru dan tidak membeli ketridnya saja. Kenapa kok gak beli ketridnya saja kan kalau hitung-hitung meski harga ketrid satu pasang dengan beli printer baru selisih Rp. 100.000,- tetap terhitung lebih mahal, apa gak rugi numpuk printer? Nah itu dia Sobat TEKSO, printer-printer yang sudah jebol ketridnya admin jual protolan (mutilasi) untuk service printer-printer user, hasilnya untung kan? Bahkan hasil service dan mutilasi 1 buah printer bisa untuk membeli printer baru. Jadi lumayan banget…gak begitu ngenes dengan kondisi printer Canon IP 2770 yang mudah jebol Ketridnya.

Pada pertengahan tahun 2014 ketika admin membutuhkan printer baru, iseng-iseng search googling  cari informasi via online printer apa sie yang handal dan cocok untuk usaha Rental Pengetikan? Dari hasil googling waktu itu, ada satu printer yang katanya recommended banget buat dipakai untuk usaha Rental Pengetikan yaitu Epson L100. Karena melihat harganya yang lumayan tinggi dibanding printer Canon IP 2770 kelas rental dan kebetulan dananya waktu itu belum cukup (banyak pengeluaran lain) admin pending untuk meminangnya. Barulah ketika Admin sudah memiliki cukup ada admin coba googling lagi, eh…ternyata seri L100 sudah tidak diproduksi dan memiliki kelemahan yaitu power supply yang mudah matot. 
Sebagai gantinya keluarlah seri terbaru Epson L110, tanpa berpikir panjang setelah membaca beberapa ulasan tentang printer yang satu ini dan dirasa mantap admin memutuskan untuk langsung meminangnya. Hasilnya… dengan harga Rp. 1.600.000,- sungguh mantap jiwa mempesona, sampai tahun ini 2018 printer Epson L110 pembelian tahun 2014 masih setia menemani Admin. Meski sudah dua kali ganti Mainboard dan satu kali ganti Head. Dari sini dapat disimpulkan bawah printer Epson L110 memang recommended untuk usaha Rental Pengetikan, tingkat keawetan head sangat memuaskan (long live) serta tidak mudah eror. Yang paling special dari Printer Epson L110 yaitu meski head sudah dalam kondisi kurang sehat (harus setting mode high) masih mampu bertahan sampai berbulan-bulan. Sangat jauh kualitasnya jika dibanding canon IP 2770, ketrid canon IP 2770 jika disetting mode high dalam mencetak hanya akan bertahan beberapa hari saja, beda banget kan sobat TEKSO? Inilah alasannya kenapa printer Epson  layak dibeli dan diberi gelar King of Printer Rental.
Buat sobat TEKSO yang mungkin setelah membaca artikel ini merasa tertarik ingin meminang Printer Epson L110 bisa membeli secondnya di situs-situs jual beli online. Untuk Printer Epson L110 keluaran pabrikan yang baru sudah tidak tersedia, karena sudah tidak lagi diproduksi sebagai gantinya sekarang tersedia Seri Epson L120 seharga Rp. 1.650.000,-. Sayangnya untuk generasi penerus Epson L110 ini sedikit mengalami penurunan. Mulai dari  bentuk body printer yang kurang menarik, ukuran Ink Tank dan mainboard menjadi mini sehingga terkesan ada pemangkasan biaya bahan. Untuk kualitasnya masih handal setara dengan Epson L110 namun ya itu tadi Admin sendiri kurang berminat untuk meminangnya.
 
Atau sobat TEKSO bisa beralih ke seri di atasnya yaitu Epson L310 harganya lebih mahal sedikit Rp. 1.800.000,- selisih sekitar Rp. 200.000,-an. Gak apalah mahal dikit yang kita dapatkan lebih, bentuk dan material body lebih bagus serta Ink Tanknya lumayan besar lebih besar sedikit dari L110.

Demikian Artikel tentang Printer yang Cocok untuk Usaha Rental Pengetikan, terima kasih telah membaca artikel ini sampai habis, salam TEKSO.

Anda Mungkin Juga Suka:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Disqus